Jumat, 21 Desember 2012

Pasca Panen


AGRIBISNIS HOLTIKULTURA
PERMASALAHAN YANG DI HADAPI AGRIBISNIS HOLTIKURTURA
PENGOLAHAN HASIL PASCA PANEN UBI JALAR MENJADI TEPUNG




DISUSUN OLEH :
HERU SETYAWAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2012

KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ PENGOLAHAN HASIL PASCA PANEN UBI JALAR MENJADI TEPUNG“ atau yang lebih khususnya membahas tentang pengolahan ubi jalar menjadi tepung . Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang bagai olohan ubi jalar dapat bernilai ekonomi tinggi.
 Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki masih sangat kurang. Oleh kerena itu harapkan kepada dosen pembimbing dan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Yogyakarta, 10 Desember, 2012

                               
                                Heru setyawan






DAFTAR ISI






 

 


 

BAB I

PENDAHULUAN



A.Latar Belakang

Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) Merupakan sumber karbohidrat yang dapat dipanen pada umur 3 – 8 bulan. Selain karbohidrat, ubijalar juga mengandung vitamin A,C dan mineral serta antosianin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Disamping itu, ubi jalar tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan,ubi jalar juga dapat di olah menjadi berbagai macam olahan .Pola konsumsi menyebabkan upaya mendorong pengembangan pangan tradisional cukup sulit. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah melakukan variasi produk atas makanan tradisional, meningkatkan pemanfaatan produk olahan atau menjadi suplemen pada produk lainnya. Minimnya informasi petani tersebut menyebabkan potensi bisnis dan peningkatan produktivitas atas produk makanan tradisional hanya dilirik kalangan terbatas. 

B. Permasalahan

Ubi jalar ialah produk hasil pertanian yang masa penyimpananya tidak tahan dalam jangka waktu yang cukup lama (mudah rusak ). Maka dari itu perlu di lakukan penanganan pasca panen yaitu dengan cara pembuatan tepung.

C. Tujuan

Untuk mengetahui pembuatan tepung dari ubi jalar.

 

BAB II

PEMBAHASAN


A. Tinjauan Pustaka

1.Bagai mana pasca panen ubi jalar
Tanaman ubi jalar dapat dipanen bila ubi-ubinya sudah tua. Kriteria ubi jalar matang fisiologis, antara lain, ialah bila kandungan tepungnya sudah maksimum ditandai dengan kadar serat yang rendah dan bila direbus rasanya enak serta tidak berair.Penentuan waktu panen didasarkan atas umur tanaman. Jenis atau varietas ubi jalar berumur pendek dipanen pada umur 3-3,5 bln, sedangkan varietas berumur panjang sewaktu berumur 4,5-5 bln
Tata cara panen ubi jalar melalui tahap-tahap sebagai berikut :
·         Tentukan pertanaman ubi jalar yang telah siap dipanen.
·         Potong batang ubi jalar dengan menggunakan parang atau sabit, kemudian batang-batangnya disingkirkan keluar petakan sambil dikumpulkan.
·         Galilah guludan dengan cangkul hingga terkuak ubi-ubinya.
·         Ambil dan kumpulkan ubi jalar di suatu tempat pengumpulan hasil.
·         Bersihkan ubi dari tanah atau kotoran dan akar yang masih menempel.
·         Lakukan seleksi dan sortasi ubi berdasarkan ukuran besar dan kecil ubi secarah terpisah dan warna kulit ubi yang seragam.
·         Masukkan ubi kedalam wadah atau karung goni, lalu angkat ketempat penampungan hasil.Penanganan pascapanen ubi jalar biasanya ditujukan untuk mempertahankan daya simpan. Penyimpanan ubi jalar yang paling baik dilakukan dalam pasir atau abu.

Tata cara penyimpanan ubi jalar dalam pasir atau abu adalah sebagai berikut :
·         Angin-anginkan ubi yang baru dipanen di tempat yang berlantai kering selama 2-3 hari.
·         Siapkan tempat penyimpanan berupa ruangan khusus atau gudang yang kering, sejuk, dan peredaran udaranya baik.
·         Tumpukkan ubi di lantai gudang, kemudian timbun dengan pasir kering atau abu setebal 20cm-30cm hingga permukaan ubi tertutup.


2.Bagai mana cara pembuatan tepung dari ubi jalar

Tahapan  proses pembuatan tepung jalar  sebagai berikut:
1. Bahan baku,
Sebagai bahan baku pembuatan tepung Ubi jalar adal ubi jalar segar yang bebas dari hama dan penyakit.
2.  Pegupasan dan Penyawutan
Ubi jalar dikupas kemudian dirajang tipis-tipis atau disawut. Penyawutan dilakukan dengan alat penyawut /perajang yang digerakan secara manual atau tenaga motor. Sawut yang dihasilkan berupa irisan-irisan ubi jalar dengan lebar 0,2 – 0,4 cm, panjang 1 – 3 cm, dan tebal 0,1 – 0,4 cm.  Sawut basah ditampung dalam bak pelastik atau wadah lain yang tidak korosif,
3.  Perendeman dalam larutan Sodium Bisulfit
Perendaman sawut basah dengan larutan Sodium Bisulfit (0,3%)   selama 1 jam  bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan getah yang masih melekat pada sawut ubi jalar, tahap ini penting agar menghasilkan tepung ubi jalar yang putih. Bila Sodium bisulfit tidak tersedia dapat digantikan dengan larutan garam dapur.

4.  Pengepresan
Perendeman dengan larutan Sodium Bisulfit 0,3 % menyebabkan sawut ubi jalar akan basah, sehingga untuk menghilangkan air dan larutan tersebut dilakukan pengepresan yang akan mempercepat waktu pengeringan sawut ubi jalar.
5.  Peremahan
Hasil pengepresan sawut biasanya bergumpal,  agar cepat kering,  gumpulan tersebut harus diremahkan dengan memakai tangan secara pelan-pelan dan merata.
6.  Pengeringan
Sawut ubi jalar yang sudah dipres memerlukan waktu pengeringan (penjemuran) selama 10 – 16 jam, sedangkan sawut tanpa pres harus dijemur selam 30 – 40 jam. Sawut yang sudah dipres harus segera dijemur, apabila cuaca buruk dapat digunakan alat pengering. Pengeringan sawut sampai mencapai kadar air 12 – 14 %, bila kadar air masih tinggi dapat  mengakibatkan sawut/tepung ubi jalar tidak tahan disimpan dan menurun kualitasnya. Penjemuran dilakukan diatas rak, menggunakan alas dari bahan yang tidak korosif
7. Penyimpanan
Sawut yang telah kering dapat disimpan atau langsung ditepungkan. Penyimpanan dalam bentuk sawut maupun dalam bentuk tepung harus kedap udara supaya tidak terserang hama gudang.
8. Penepungan
Penggilingan sawut kering menjadi tepung ubi jalar dapat menggunakan mesin penepung beras yang banyak beredar dipasaran. Agar efesien, penepungan dilakukan dua tahap, yaitu :
a) penghancuran sawut untuk menghasilkan butiran kecil (lolos 20 mesh),
b) penggilingan/penepungan dengan saringan lebih halus (80 mesh)
9. Pengemasan
Sawut kering atau tepung dikemas dalam dengan kantong plastic tebal kedap udara, lalu dimasukan dalam karung plastik. Gudang atau ruang penyimpanan harus bersih, kering, dan diberi alas kayu agar karung tidak bersentuhan dengan lantai.

3.Meningkatkan nilai ekonomis
Tepung ubi jalar juga dapat ditingkatkan kadar proteinnya, dengan cara dicampur dengan tepung kacang-kacangan (tepung komposit). Pengembangan agroindustri Ubi Jalar cukup prospektif ditinjau dari ketersediaan bahan baku, teknologi pengolahan, dan potensi pasar.
Aplikasinya di lapangan, dapat dilakukan dengan sistem kemitraan antara industri skala kecil/menengah (UKM) dengan industri besar, dan melibatkan semua stake holder, mulai dari petani sampai pengolah
“Sosialisasi dan promosi, diperlukan untuk memasyarakatkan produk olahan ubi jalar kepada konsumen. Sementara untuk memacu adopsi teknologi pengolahan ubi jalar di kalangan pengolah, diperlukan penyuluhan dan pelatihan pengembangan agroindustri, agar mendapatkan bahan baku dan produk olahan, yang terjamin mutunya dan dapat bersaing di pasaran”.


B. HIPOTESIS

Ubi jalar memiliki masa simpan yang tidak cukup lama. akibatnya apabila produksi ubi jalar di suatu daerah melimpah atau terjadi panen raya maka dapat diperkirakan bahwa akan banyak  ubi jalar yang terbuang karena tidak terserap oleh pasar dan harjga jualnya akan sangat rendah.Untuk dapat di terima oleh pasaran dan mendapatkan harga yang lebih tinggi,kita dapat mrngolahnya menjadi berbagai macam makanan .

                                                    

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Ubi jalar memiliki berbagai manfaat seperti kandungan gizi yang cukup tinggi yaitu 562 g kalium, 107 mg kalsium, 2,8 protein, kalori 53,00 kal, 5,565 SI vitamin A dan 32 mg vitamin C dalam tiap 100 gram. Seusai dimasak kandungan gizi berkurang yaitu menjadi 2,6 mg kalsium, 94 mg kalium, 3.345 SI vitamin A dan 5 mg vitamin C dalam tiap 100 gram.. Ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai macam produk antara seperti dibuat tepung, permen, kripik, chips, snack, dan gula fruktosa. Ubi jalar dapat pula dipergunakan sebagai bahan baku makanan olahan seperti mie dan roti. Ubi jalar juga dapat dikemas dalam bentuk pasta yang dipergunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman.Sehingga ubi jalar apabila di olah menjadi olahan produk yang berkualitas dan mampu bersaing di pasaran .Ubi jalar sangatlah bernilai ekonomi yang tinggi.



B.     Saran

a.       Meningkatkan pengetahuan anggota kelompok mengenai produk tepung ubi
      jalar yang dihasilkan dengan melakukan berbagai percobaan. 
b.   Mempelajari dan menerapkan teknologi yang optimal sejak prapanen hingga
      pasca panen untuk meningkatkan produktivitas tepung ubi jalar. 
c.    Pemerintah perlu mendorong upaya kelompok untuk mempromosikan dan
mensosialisasikan tepung ubi jalar melalui rumah sakit, para ahli gizi, industri
makanan, serta mengadakan kampanye makanan sehat berbahan baku tepung
ubi jalar. 
.


















                                                      

DAFTAR PUSTAKA


·         Pasar agro. 2007, prospek dan potensi ubi jalar. http://budidayafurniture.blogspot.com/2007/09/ubi-jalar.html,16 September 2007

·         Wo os. 2012. budidaya ubi jalar.

·         joko.2009.http://ayobertani.wordpress.com/2009/04/16/budidaya-ubi-jalar/.html,April 16, 2009

Makalah Pemanasan Global


MAKALAH
IKLIM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN


Disusun oleh:
HERU SETYAWAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2012


KATA PENGANTAR



Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT.karena berkat rahmat serta nkmat yang diberikan-Nya saya sbagai penyusun dapat menyelesaikan makalah ini,meskipun dalam pembuatannya masih terdapat kekurangan atau kesalahan .
Saya sebagai penyusun sangat mengharapkan makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca dan penyusun.
Saya sebagai penyusun mengucapkan terimakasih kepada dDosen pembimbing serta teman-teman maupun pihak yang telah membantus saya dalam menyusun makalah ini mskipun pembuatannya tidak sempurna dengan yang diharapkan oleh pembaca,maka dari itu saya mengharapkan pembaca member saran dan kritikan untuk lebih sempurna dalam pembuatan makalah.
Demikianlah makalah ini saya buat,semoga bermanfaat bagi kita semua dan pihak yang memmbutuhkan.

Yogyakarta, November 2012


Penyusun




 BAB IPENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
       Pemanasan global kini bukan lagi sekedar isu, dampaknya sudah sangat bisa kita rasakan. Potret pemanasan global dan dampaknya yang luar biasa tentu saja sangat menghawatirkan masa depan kehidupan di bumi. Sayangnya respon dari kalangan agamawan khususnya islam terkesan pasif karena orientasi teologis mereka yang menganggap segala hal atau keadaan yang terjadi sudah menjadi sunatullah lebih dikedepankan.
Padahal dalam islam misalnya, pesan moral terhadap masalah kerusakan alam menjadi salah satu perhatian yang sangat besar baik dalam Qur’an, hadits maupun doktrin ulama fiqih. Pada dasarnya, islam menganggap fenomena alam, termasuk pemanasan global dan perubahan iklim sebagai isu serius. Alam bukan sekedar tempat manusia menjalani kehidupan, tetapi bahkan menjadi sumber kehidupan.
1.2  Rumusan Masalah
1.Pengertian  pemanasan global dan perubahan iklim.
2.Penyebab terjadi nya pemanasan global dan perubahan iklim. 
3.Dampak pemanasan  global dan perubahan iklim
4. Upaya pencegahan pemanasan global dan Perubahan iklim.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1     PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL
        Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pada saat ini bumi menghadapi pemanasan yang cepat. Menurut para ahli meteorologi, selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat dari 15oC menjadi 15.6oC . Secara kuantitatif nilai perubahan temperatur rata-rata bumi ini kecil tetapi dampaknya sangat luar biasa terhadap lingkungan.
Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya seperti Metana, Chlor, Belerang dan lain sebagainya. Pelepasan gas-gas tersebut telah menyebabkan munculnya fenomena yang disebut dengan Efek Rumah Kaca . Penilaian tersebut bisa dipahami dari penegasan firman Allah:“Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur mereka akan mengatakan itu adalah awan yang bertindih-tindih”. (Qs. ath-thur: [52]:44)Fakta kerusakan ekosistem yang berdampak pemanasan global dan perubahan iklim secara tersirat ditegaskan dalam firman Allah:
Artinya “dan andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu, pasti rusaklah langit dan bumi ini berikut semua orang yang berada didalamnya. (Qs. al-mu’minun:[23]:71)
Ayat ini seolah-olah ingin mengingatkan bahwa jika kebenaran (sunatullah) berupa keseimbangan ekosistem yang menjadi penyangga alam semesta yang berfungsi membendung pemanasan global kemudian dikalahkan oleh nafsu dan intervensi manusia, maka pemanasan global dengan segala dampaknya akan sulit dibendung. Jika keadaan ini terus terjadi maka hanya menunggu waktu saat kehancuran bumi.



2.2   PENGERTIAN PERUBAHAN IKLIM
        ظَهَرَ الْفَسَا دُ فِى ا لْبَرِّ وَ الْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِ ى النَّا سِ لِيُذِ يْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِ يْ عَمِلُوْالَعَلَّهُمْ يَرْ جِعُوْ نَ (41) [سو ر ة الر و م ]
Artinya : “Telah tampak kerusakan didarat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar kembali (ke jalan yang benar)”.
Dari ayat di atsa bahwa  dimaksud dengan perubahan iklim adalah perubahan variabel iklim, khususnya suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun.
        Disamping itu harus dipahami bahwa perubahan tersebut disebabkan oleh kegiatan manusia  khususnya yang berkaitan dengan pemakaian bahan bakar fosil dan alih-guna lahan. Jadi perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor alami, seperti tambahan aerosol dari letusan gunung berapi, tidak diperhitungkan dalam pengertian perubahan iklim. Dengan demikian fenomena alam yang menimbulkan kondisi iklim ekstrem seperti siklon yang dapat terjadi di dalam suatu tahun (inter annual) dan El-Nino serta La-Nina yang dapat terjadi di dalam sepuluh tahun (inter decadal) tidak dapat digolongkan ke dalam perubahan iklim global.


2.3  PENYEBAB TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL DAN   PERUBAHAN  IKLIM
 1. Efek Rumah Kaca

        Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, cahaya berubah menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembai sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. 

2. Efek Umpan Balik

        Proses umpan balik yang terjadi mempengaruhi penyebab pemanasan global. Sebagai contoh adalah pada proses penguapan air. Pada kasus pemansan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pada awalnya pemanasan akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menimbulkan pemanasan dan membuat es di kutub semakin banyak yang mencair .

3. Penggundulan Hutan
        Maraknya kasus penggundulan hutan merupakan salah satu penyebab pemanasan global saat ini. Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. Hutan yang menjadi paru-paru Bumi kini tidak dapat berfungsi secara maksimal karena sudah sangat berkurangnya jumlah pohon yang ada. Jumlah pohon yang ada tidak dapat menyeimbangi banyaknya jumlah CO2 yang ada di Bumi.

4. Industri
Perubahan iklim sekarang disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia seperti ekstraksi bahan bakar fosil skala besar (batubara, minyak bumi dan gas alam), perubahan pemanfaatan lahan (pembukaan lahan untuk penebangan kayu, peternakan dan pertanian) serta konsumerisme.




2.4  DAMPAK DARI PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM

1. Iklim Mulai Tidak Stabil
         Telah diperkirakan oleh para ilmuwan, daerah bagian utara dari belahan Bumi Utara akan memanas lebih dari daerah-daerah lainnya di Bumi. Hal ini berakibat akan mencairnya gunung-gunung es dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan tersebut. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda.

2. Peningkatan Permukaan Laut  Saat atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, hal ini menyebabkan volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga mengakibatkan mencairnya es di kutub, terutama sekitar Greenland.

3.Dalam bidang pertanian
    
            Dampak yang disebabkan perubahan iklim dalam bidang pertanian
Perubahan iklim yang terjadi ini, diakibatkan oleh terjadinya efek rumah kaca yang menyebabkan suhu udara di bumi menjadi makin panas. Hujan asam juga merupakan salah satu jenis penyebab perubahan iklim bumi.
Sektor pertanian sangat sensitif terhadap variasi iklim. Akan mengakibatkan terjadinya kekeringan di mana-mana dan beberapa tumbuhan akan mati  dengan sendirinya.








2.5 UPAYA DALAM PECEGAHAN PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM


1.  Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan. Kerusakan yang telah terjadi dapat diatasi dengan beberapa cara. Daerah pantai dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Adapun cara lain, pemerintah membantu populasi yang ada di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Ada dua cara untuk memperlambat bertambahnya gas rumah kaca. 
Adapun cara-cara lain yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
·         Menanam banyak pohon
·         Bepergian dengan kendaraan yang ramah lingkungan, contoh: sepeda
·         Gunakan alat elektronik yang hemat energy
·         Kurangi penggunaan AC
·         Daur ulang sampah organik
·         Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang

2. .  Antisipasi perubahan iklim bidang pertanian
Perubahan iklim dalam bidang pertanian menyebabkan banyak kerugian khusus nya kepada petani. Petani kesulitan untuk menanam tanaman yang cocok dengan keadaan iklim atau cuaca, karena iklim yang saat ini terjadi sangat tidak menentu dan sering berubah-ubah. Ituah yang jadi pembahasan saat ini, bagaimana antisipasi atau solusi alternatife dalam mengatasi perubahan iklim pada bidang pertanian.
Strategi antisipasi dan teknologi adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan aspek kunci yang harus menjadi rencana strategis dalam rangka menyikapi perubahan iklim. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan pertanian yang tahan (resilience) terhadap variabilitas iklim saat ini dan mendatang.
3.   Upaya sistematis dan terintegrasi, serta komitmen dan tanggung jawab bersama yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan guna menyelamatkan sektor pertanian.
Salah satu contoh strategi adaptasi yang coba  dikembangkan yakni penggunaan tanaman transgenik yang dapat tumbuh di lahan kering karena tidak perlu pembajakan sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar. Tanaman transgenic adalah tanaman yang telah disisipi atau memiliki gen asing dari spesies tanaman yang berbeda atu makhluk hidup lainnya.
Penggabungan ini bertujuan untuk mendapat tanaman dengan sifat yang diinginkan.





















BAB III

KESIMPULAN

Pemanasan global yang terjadi saat ini adalah akibat dari perbuatan kita sendiri karna tidak di atur syariat islam. Sebagai manusia kita tidak dapat menjaga dengan baik tempat dimana kita hidup. Jika kita tidak sadar akan dampak yang terjadi nanti, maka kehidupan di Bumi ini akan terancam.Allah menciptakan alam semesta ini tidak sia–sia. Semua yang diciptakan– Nya pasti bermanfaat bagi manusia. Dan kita sebagai khalifah di bumi, sudah sepantasnya menjaga dan menfaatkan semua alam semesta ini dengan bijak.
Kerusakan alam atau perubahan iklim yang terjadi saat ini telah difirman kan oleh Allah jauh sebelum hal tersebut terjadi. Kerusakan dan perubahan alam ini pun juga akibat oleh ulah tangan manusia.Dalam mengantisipasi perubahan iklim ini dapat dilakukan dengan berbagai macam hal.















DAFTAR PUSTAKA



           

id.wikipedia.org)