Jumat, 21 Desember 2012

Makalah Budidaya Hutan Industri Monokultur


EKOSISTEM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
BUDIDAYA  HUTAN INDUSTRI  MONOKULTUR


DISUSUN OLEH :

HERU SETYAWAN 

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2012




KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ HUTAN INDUSTRI  MONOKULTUR “ Makalah ini berisikan tentang informasi “ PENGERTIAN HUTAN INDUSTRI MONOKULTUR “ atau yang lebih khususnya membahas tentang dampak-dampak yang di sebabakan hutan industri monokultur . Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang dampak yang diakibatkan oleh budidaya hutan industri monokultur.
 Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki masih sangat kurang. Oleh kerena itu harapkan kepada dosen pembimbing dan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Yogyakarta, 13 November, 2012

                               
                                Heru setyawan








DAFTAR ISI
KATAPENGANTAR………………………………………………………..I
DAFTARISI…………………………………………………….……………I
BAB I
PENDAHULUAN……………………………………………………………....…………..4
1.1   Latarbelakang……….……………………………………………….……................4
1.2   Rumusanmasalah……...……………………………………………….…………….4
BAB II
PEMBAHASAN…………………………………………………………………….………4
2.1 Apa hutan industri monokultur…………………………………………………………..5
2.2 Apa hutan monokultur……………………………………………………………………6
2.3 Dampak hutan industri monokultur………………………………………………………7
2.4 Contoh hutan monokultur………………………………………………………………...8
BAB III
KESIMPULAN……………………………………………………………….11
DAFTARPUSTAKA……………….………………………………………..12   





BAB I
                                                                 PENDAHULUAN      

1.      Latar Belakang
Pertanian merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Pada saat ini, kita sering mendengar teknik bertanam dengan sistem monokultur atau penanaman tunggal dan dengan sistem tumpang sari atau menanam dua jenis tanaman atau lebih pada satu lahan dan waktu yang sama. Sistem monokultur ataupun tumpangsari memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing baik dari sisi internal maupun eksternal.
Monokultur merupakan salah satu cara budidaya di lahan pertanian dengan menanam satu jenis tanaman pada satu areal. Cara budidaya ini meluas praktiknya sejak paruh kedua abad ke-20 di dunia serta menjadi ciri pertanian intensif dan pertanian industri. Istilah monokultur sekarang juga digunakan oleh bidang-bidang lainnya, seperti peternakan, ilmu komputer, dan lain-lain.

2.      Rumusan Masalah
2.1.   Apa itu hutan  industri monokultur?
2.2.   Apa itu hutan monokultur?
2.3.   Bagaimana dampak hutan tanaman industri monokultur ?
2.4.   Apa contoh hutan tanaman industri monokultur?










BAB II
PEMBAHASAN

A.    HUTAN TANAM INDUSTRI

 
Hutan tanaman industri (juga umum disingkat HTI) adalah sebidang luas daerah yang sengaja ditanami dengan tanaman industri (terutama kayu) dengan tipe sejenis dengan tujuan menjadi sebuah hutan yang secara khusus dapat dieksploitasi tanpa membebani hutan alami.Tujuan pembangunan HTI adalah Menyediakan bahan baku industri perkayuan secara mantap dalam jumlah dan mutu dari hutan tanaman disamping bahan baku yang berasal dari hutan alam. Meningkatkan nilai tambah dari hutan dan meningkatkan penerimaan negara Meningkatkan peranan Indonesia sebagai penghasil dan pengekspor kayu tropis utama di dunia.Mendorong pertumbuhan pembangunan daerah sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing dalam rangka pembangunan nasional dan pembangunan wilayah. Memperluas kesempatan usaha dan kesempatan kerja bagi semua golongan masyarakat. Mempercepat alih teknologi ke tangan bangsa Indonesia. Meningkatkan peranan energi alternatif, khususnya yang berasal dari biomassa dalam penyediaan energi nasional, baik untuk keperluan industri maupun rumah tangga. Turut mengendalikan dan mengamankan keserasian lingkungan hidup.Monokultur adalah praktek menanam tanaman tunggal, atau tanaman secara genetik serupa, di wilayah yang luas. Keuntungan bagi petani adalah bahwa tanaman dapat berkembang dalam kondisi disesuaikan dengan keberhasilan dan tanpa persaingan dari spesies lain. Namun, praktek ini juga akan mengurangi keanekaragaman hayati di kawasan itu dengan membatasi jumlah spesies lain yang merupakan habitat yang cocok. 

B.     HUTAN MONOKULTUR

Monokultur adalah praktek menanam tanaman tunggal, atau tanaman secara genetik serupa, di wilayah yang luas. Keuntungan bagi petani adalah bahwa tanaman dapat berkembang dalam kondisi disesuaikan dengan keberhasilan dan tanpa persaingan dari spesies lain. Namun, praktek ini juga akan mengurangi keanekaragaman hayati di kawasan itu dengan membatasi jumlah spesies lain yang merupakan habitat yang cocok.Tanaman monokultur yang berasal dari luar, dapat membahayakan biodiversitas di Indonesia seperti halnya tanaman kelapa sawit. Sebab, kata dia tanaman monokultur seperti kelapa sawit sangat banyak membutuhkan pestisida yang akan membahayakan linkungan di sekitarnya. Secara sederhana, konsep hutan monokultur dimulai dengan fase penanaman jenis yang sama dan benilai ekonomis tinggi, perlakuan tegakan sepanjang daur seperti pemeliharaan dan penjarangan, dan tebang habis pada umur daur optimal dan kemudian menanami lagi dengan jenis yang sama. Secara ekologis, hutan monokultur sangat rentan terhadap penyebaran hama dan penyakit sehingga sangat berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem hutan itu sendiri. Namun karena keyakinan masyarakat pada masa itu, pandangan ekonomi jauh lebih mudah diterima masyarakat.

C.     KELEMAHAN HUTAN INDUSTRI MONOKULTUR DAN HUTAN MONOKULTUR
Hutan indusrti monokultur dan hutan monokultur mempunyai kelemahan yaitu seperti mudah terserang oleh penyakit. Salah satu aspek yang menentukan keberhasilan tanaman HTI adalah adanya atau dilaksanakannya Pengendalian Hama Penyakit secara Terpadu ( Integreted Pest Management- IPM). Mengapa dikatakan Terpadu? Karena memang pengendalian Hama penyakit harus dilaksanakan secara menyeluruh  mulai dari pengendalian ekosistem, pengendalian silviculture , pencegahan dan pemberantasan saat diperlukan.Penyakit yang akan menyerang hutan tanam industri monokultur,dan hama penyakit hutan industri monokultur akan sangat sulit untuk dilakukan bahkan kadang tidak terkendali. Karena hutan industri monokultur dapat terserang oleh hama apabila salah satu pohon terserang oleh hama atau penyakit maka akan cepat menular ke pohon lain .Oleh sebab itu diperlukan kegiatan pemeriksaan rutin terhadap tanaman untuk tidak terjadi kematian terhadap oleh tanaman tersebut. Hama yang meyerang hutan industri monokultur dapat terjadi karena penyebab penyakit adalah faktor lingkungan fisik atau kimia maka biasanya penyakit menjadi makin berat dengan pertambahan waktu, sedang kecepatan perkembangan tersebut  beragam menurut jenis pohon, jenis faktor penyebab penyakit serta seberapa jauh penyimpangan kondisi faktor penyebab tersebut dari kondisi yang cukup baik untuk perkembangan pohon yang bersangkutan. Makin besar penyimpangan jenis pohon tertentu, makin cepatlah dan mungkin makin beratlah penyakit yang ditimbulkannya.Ada beberapa contoh penyakit yang dapat menyerang hutan industri monokultur yaitu:
1. Jamur embun hitam (black mildew)
Penyebab dari penyakit ini adalah  fungi dari marga Meliolales, ,  jenis.Meliola. Jenis  Meliola  biasanya tumbuh pada permukaan daun dan batang, berwarna hitam, menyebar, membentuk koloni seperti beludru dengan diameter 1 cm. Pada umumnya serangan berat disebabkan oleh jamur. Kadang-kadang menyerang batang dan ranting muda. Informasi mengenai akibat dari penyakit jamur embun hitam ini pada pertumbuhan Eucalyptus spp.  masih sangat sedikit.
2. Jamur hitam (Shoot blight)
Penyakit jamur hitam disebabkan oleh  Cryptosporiopsis eucalypti. Gejala penyakit ini berkembang di sekitar daun dan batang  Eucalyptus spp., biasanya tersebar secara menyeluruh, lembut dan berwarna coklat, luka nekrotik yang menjalar dan dikenal sebagai gejala jamur hitam,  bentuknya bundar dengan diameter 1-2 cm. Luka yang berat ditunjukkan dengan warna coklat tua atau abu-abu diseluruh permukaan daun, atau luka seperti gabus dan nekrosis pada jaringan epidermis. Pucuk atau tunas muda yang diserang  menjadi layu dan berwarna hitam.  Akibat dari penyakit menyebabkan luka semakin menyebar, khususnya pada tanaman muda dan membuat serangan lebih hebat.
           
D.    DAMPAK HUTAN INDUSTRI MONOKULTUR DAN HUTAN MONOKULTUR
Hutan merupakan bentuk lahan asli yang banyank dijumpai di muka bumi.Pada mulanya hutan berfungsi sebagai sumber bahan makanan dan sekaligus tempat untuk berlindung maupun berteduh. Tetapi sejak manusia mulai membudidayakan binatang dan tumbuh-tumbuhan untuk memperoleh jaminan sumber makanan, hubungannya dengan hutan secara berangsur-angsur menjadi semakin berkurang. Bagi masyarakat modern hutan bukan lagi tempat yang sehari-hari dihuni atau dilihat. Akibat pemanfaatan hutan untuk memenuhi berbagai macam kepentingan manusia, banyak hutan alam atau virgin forest  yang di konversi  menjadi hutan  tanaman   atau platation atau man made forest. Di pandang dari segi manfaat ekonomi hutan tanaman memang lebih menguntungkan di bandingkan dengan hutan alam. Hal itu akan berlaku sebaliknya bila pandangan di lihat dari sudut perlindungan perlingkungan
Pola tanam monokultur, memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih besar dari pada pola tanam yang lainnya. Hal ini di sebabakan karena,tidak adanya persaingan antar tanaman dalam memperebtkan unsur hara maupun sinar matahari, akan tetapi pola tanam lainnya lebih efisien. Kelebihan sistem ini yaitu teknis budidayanya relatif mudah karena tanaman yang ditanam maupun yang dipelihara satu jenis. Namun disisi lain kelemahan sistem ini adalah tanaman relatif mudah terserang hama ataupun penyakit. Hal ini karena, hutan tanaman yang hanya terdiri dari satu jenis spesies yang dibudidayakan atau monokultur, semua pohon yang ada di dalamnya relatif memiliki sifat yang sama. Dengan demikian, apabila salah satu pohon diserang hama atau penyakit, maka akan dengan cepat menular atau menyebar ke pohon yang lainnya. Selain itu, hutan monokultur merupakan sumber pakan yang tersedia melimpah dan dalam wilayah yang luas. Hama akan berkembang begitu cepat dan akan menyebabkan kerusaakan hutan yang begitu cepat pula. Penanaman monokultur menyebabkan terbentuknya lingkungan pertanian yang tidak mantap atau tidak alami. Buktinya, tanah pertanian harus diolah, dipupuk, dan disemprot dengan insektisida. Jika tidak, tanaman pertanian mudah terserang hama, maka dalam waktu cepat hama itu akan menyerang wilayah yang luas. Petani tidak panen karena tanamannya terserang hama. Menurut Marsono (2000a), dengan penekanan hutan produksi yang berfungsi ekonomis yang setinggi-tingginya maka telah terjadi bahwa hutan tanaman dianggap kurang atau tidak memperhatikan aspek konservasi, sehingga muncul isu-isu penting sebagai berikut :
·      Simplifikasi ekosistem hutan secara berlebihan sehingga struktur hutan yang terbentuk selalu monokultur. Struktur hutan ini memutuskan sama sekali kaidah ekosistem hutan sehingga atribut fungsional ekosistem tidak operasional.
·      Stabilitas hutan menjadi rendah.
·      Banyak lahan hutan yang mengalami kemunduran.
Upaya pengendalian atau pemberantasan hama pada hutan tanaman yang monokultur akan sangat sulit untuk dilakukan bahkan kadang tidak terkendali. Oleh sebab itu diperlukan kegiatan pemeriksaan rutin terhadap tanaman untuk mengantisipasi serangan hama dan perkembangan penyakit. Para petani yang statusnya adalah produsen bibit, harus mulai dihimbau dan diberikan pengetahuan untuk melakukan pembibitan jenis tanaman yang bervariasi.


E.     CONTOH HUTAN INDUSTRI MONOKULTUR
a.       Sawit
Kelapa sawit merupakan salah satu alternatif bagi masyarakat dunia dalam menghadapi peningkatan harga minyak bumi dunia yang tidak menentu dan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan khususnya di Indonesia. Kondisi ini dipertajam dengan keterbatasan sumber bahan baku minyak bumi, sehingga Indonesia mengalami perubahan status dari eksportir menjadi importir minyak bumi lebih cepat dari estimasi sebelumnya. Contohnya adalah di daerah Pelaihari-Kalimantan Selatan poemerintah sudah mencanangkan kepada masyarakat dapat memanfaatkan perkebunan kelapa sawit sebagai investasi yang dapat menambah income daerah. Disamping keuntungan dan manfaatnya perkebunan kelapa sawit sebagai investasi, juga terdapat dampak negatif, baik pada masyarakat sekitarnya maupun terhadap keaneka ragaman hayati. Di beberapa daerah tertentu di Pelaihari khususnya pada daerah yang memiliki dataran rendah pada musim penghujan sering mengalami banjir, sehingga menyebabkan beberapa hewan mati karenanya. Hal ini disebabkan karena daerah resapan yang berkurang akibat adanya kegiatan alih fungsi lahan yang awalnya merupakan daerah hutan heterogen menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Selain itu, adanya kegiatan perkebunan kelapa sawit di Pelaihari berdampak buruk pada hewan-hewan dan beberapa jenis tumbuhan yang ada di daerah perkebunan tersebut yang merupakan tempat hidup atau habitat mereka, dan tidak bisa disangkal lagi akan terjadinya kepunahan pada hewan-hewan dan beberapa jenis tumbuhan tersebut, kepunahan tersebut bisa diakibatkan karena matinya hewan dan tumbuhan karena berubahnya keadaan daerah tersebut, baik secara biologis, kimia, maupun secara fisik. Secara biologis, perubahannya ditandai dengan hilangnya simbiosis-simbiosis yang berlangsung baik antara sesama jenis organisme maupun organisme yang berbeda yang merupakan bagian keseimbangan hidup bagi keaneka ragaman hayati di daerah tersebut. Secara kimia, ditandai dengan adanya perubahan sifat-sifat kimia tanah yang terjadi dikarenakan adanya zat-zat kimia seperti pestisida dan lain-lain. Secara fisik, terjadi perubahan karena sifat fisik tanah yang berubah dan tidak sesuai dengan beberapa jenis tumbuhan yang merupakab habitat asli tanaman di daerah tersebut. Selain kepunahan yang terjadi akibat matinya beberapa jenis organisme, kepunahan juga bisa terjadi akibat migrasinya beberapa jenis hewan ke daerah atau ke negara lain, sehingga hewan ataupun tumbuhan endemis yang terdapat pada daerah tersebut menjadi berkurang dan bisa saja musnah sama sekali akibat adanya kegiatan perkebunan kelapa sawit .  








BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, dapat di simpulkan bahwa keberadaan budidaya hutan tanaman industri monokultur merupakan salah satu penyebab ketidakseimbangan pada suatu ekosistem, selain itu rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Dan dampak lain yang dialami oleh hutan tanaman dengan sistem monokultur yaitu hilangnya keanekaragaman hayati, meningkatnya bencana ekologis, hancurnya ketahanan pangan, penurunan produktivitas dan penurunan ekosistem.






















DAFTAR PUSTAKA

Djamal, zoer’aini irwan. 2010. Prinsip-prinsip Ekologi. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahayu, sami. 2000. Hutan Jati dan Kemakmuran. Yogyakarta:








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar